Ketika kita akan berangkat kuliah, ato kerja, ato ada urusan penting yang memerlukan kecepatan waktu, datanglah sebuah angkot yang tentu saja kita sambut dengan gembira..
Tapi saat perjalanan, tiba-tiba angkot yang kita naiki menepi dan diam sangat lama ("ngtem").. wajah kita yang tadinya gembira ato biasa-biasa saja tiba-tiba berubah menjadi wajah yang menyeramkan, geram dan gusar.
Pada saat kita tiba di tempat kuliah, kita sudah terlambat dan tidak boleh mengikuti test, dimarahi dosen pula.
Pada saat kita masuk kantor kita dimarahi boss plus dipotong gaji
Pada saat bertemu rekan bisnis, bisnis yang akan dilakukan sudah keburu dibatalkan, hilanglah peluang.
Hati kita akan langsung tertuju pada sopir angkot yang membuat perjalanan sangat lama dan menghilangkan apa yang telah kita tuju, hati kita pasti ngedumel dan akan bilang "gara-gara si sopir angkot sich, jadi ....."
Berapa ribu orang yang menyalahkan sopir angkot, berapa makian yang diperoleh sopir angkot dalam sehari.
Padahal bila kita mau lebih bijak, siapa sebenarnya yang salah?
lawong sopir angkot begitu biasanya..
Kenapa tidak kita yang pergi lebih pagi? kita yang kesiangan ko' sopir angkot yang tidak tau apa-apa dimarahi.
apa dia tau kita masuk jam berapa? apa dia kenal kita?
dan yang perlu direnungkan lagi.. sopir angkot namanya juga cari makan dengan mengantar kita dan hanya kita bayar dua ribu rupiah saja ko'.
belum lagi anak istrinya yang tetap harus hidup bila dia tidak mendapatkan uang dengan semestinya...
ya, setidaknya ini bisa menjadi renungan kita untuk menjadi lebih sabar dan bijak
March 06, 2007 Permalink
Selasa, 24 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar