Selasa, 24 Juni 2008

Pete-Pete, si Biru yang “menguasai” Makassar

Amril Taufik GobelcloseAuthor: Amril Taufik Gobel Name: Amril Taufik GobelSite: http://www.daengbattala.comAbout: See Authors Posts (42) • November 9th, 2007

Pete-pete, moda transportasi utama di kota Makassar (foto : Syaifullah Dg Gassing)
Di Makassar tidak ada angkot, yang ada hanya pete-pete. Demikianlah anekdot tentang salah satu moda transportasi di kota Makassar. Lalu, apa beda antara angkot dan pete-pete ?. Sebenarnya tidak ada, karena pete-pete juga adalah istilah lain untuk angkot dalam bahasa sehari-hari penduduk kota Makassar atau Sulawesi Selatan pada umumnya.
Tidak ada catatan resmi tentang asal-usul penyebutan nama pete-pete untuk angkot di kota Makassar. Ada cerita kalau pete-pete adalah penyebutan untuk singkatan dalam bahasa asing, Public Transportation (PT). Karena jumlahnya yang banyak maka pengucapan PT diulang sebagai mana umumnya pengucapan benda jamak dalam bahasa Indonesia, maka jadilah nama pete-pete disematkan kepada angkot di kota Makassar.
Pete-pete berupa mobil penumpang ber-merk Suzuki atau Mitshubishi yang sudah dirubah fungsi seperti umumnya angkot di kota-kota lain di Indonesia. di Makassar, pete-pete diseragamkan dengan warna biru langit dan di bagian body diberi strip yang warnanya berbeda-beda sesuai dengan trayek pete-pete yang bersangkutan.
Pete-pete adalah tulang punggung utama transportasi penduduk kota Makassar dan Sulawesi Selatan. Bus kota hanya melayani satu jalur, itupun dengan kondisi yang kurang nyaman. Beberapa tahun lalu jalur bus kota masih ada 3 buah, tapi pengaruh “kekuatan” pete-pete tampaknya sangat kuat sehingga bus kota kemudian tergusur dan hanya menyisakan satu jalur saja.
Menurut data Jaringan Pekerja Penataan Transportasi Perkotaan (JKPT), jumlah pete-pete di Makassar sebanyak 5.111 unit yang melayani 13 rute. Dengan rata-rata penumpang 514 ribu perhari jumlah pete-pete seharusnya hanya sekitar 4000-an unit. Rasio antara pete-pete dan penumpang yang tidak berimbang ini membuat persaingan antara pete-pete menjadi sangat ketat. Sangat jarang kita temui pete-pete yang penuh oleh penumpang, kecuali pada beberapa jalur khusus.
Pete-pete kemudian saling berlomba-lomba mempercantik diri untuk menarik minat penumpang. Berbeda dengan angkot di kota-kota besar di Jawa di mana penampilannya cenderung standar saja, pete-pete di Makassar cenderung lebih modis. Berbagai assesories melengkapi penampilan mereka. Dari pemilihan ban dan velg yang menyerupai mobil-mobil mewah hingga perlengkapan jok dan audio yang sangat nyaman.
Biasanya di bawah deretan kursi penumpang pete-pete diisi dengan speaker yang mampu mengeluarkan suara yang kualitasnya hampir sama dengan diskotik. Bahkan saya pernah mendapati ada pete-pete yang sekalian melengkapi kabin penumpangnya dengan lampu-lampu hias khas diskotik. Yang lebih hebat lagi, ada pete-pete yang melengkapi penampilannya dengan TV kecil di kabin penumpangnya.
Faktor penampilan pete-pete kemudian menjadi pilihan utama bagi para penumpang yang sedang tidak terburu-buru, apalagi bagi anak sekolahan atau anak kuliahan. Pete-pete dengan tampilan mentereng dan kualitas audio yang nyaman pasti akan langsung jadi pilihan utama. Tak heran para pemilik pete-pete yang berkantong tebal saling berlomba-lomba untuk menghiasi pete-pete mereka.
Secara umum perilaku berlalu lintas para supir pete-pete agak memprihatinkan. Mereka dituding sebagai penyebab utama kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas kota Makassar. Pete-pete bisa seenaknya pindah jalur, menurunkan dan menaikkan penumpang di tempat-tempat yang tidak seharusnya atau berzig-zag dengan cueknya di jalan raya. Karakter umum supir angkot di Indonesia. Alasan mereka adalah mengejar setoran, walaupun sayangnya hal ini seringkali malah merugikan pengguna jalan lainnya.
Mungkin bila dilakukan pemutihan SIM dan para sopir itu disuruh mengurus ulang SIM dengan mengikuti aturan yang sebenarnya, maka jumlah yang lulus tidak akan lebih dari 10%.
Baru-baru Pemerintah Kota Makassar mengajukan usulan untuk membuat seragam dan ID Card khusus untuk para sopir pete-pete. Maksudnya agar para sopit tersebut bisa didata dan ditertibkan dengan baik, utamanya untuk membedakan sopir asli dan sopir tembak. Apalagi beberapa kali terjadi tindak kriminal kepada penumpang yang dilakukan oleh sopir pete-pete. Terakhir,aksi percobaan pemerkosaan atas mahasiswa sebuah PTN di Makassar yang membuat mahasiswa sempat marah dan mencari sendiri pelaku tindak percobaan pemerkosaan itu.
Ada keunikan tersendiri dari pete-pete di kota Makassar. Pada beberapa trayek, pete-pete tidak memiliki jalur yang standar. Artinya mereka bisa melaui jalur-jalur yang berbeda dalam satu kawasan. Trayek Sentral-Perumnas misalnya. Untuk sampai ke daerah Toddopuli pete-pete kadang melalui jalur Tamalate tapi bisa juga melalui jalur Hertasning. Untuk orang yang baru dan tidak paham, perubahan-perubahan jalur seperti ini kadang membingungkan. Tipsnya adalah sebelum naik anda harus memberitahukan sopir terlebih dahulu daerah tujuan anda sehingga yakin kalau tujuan anda tidak akan terlewatkan.
Itulah sedikit gambaran tentang pete-pete di kota Makassar. Secara umum pete-pete atau angkot di Makassar cukup nyaman dan aman, tapi bagaimanapun juga kewaspaan tetap harus kita miliki mengingat karakter umum kota-kota besar di Indonesia yang kadang semakin tidak manusiawi untuk para penghuninya. Jadi, kalau ke Makassar jangan lupa untuk menyempatkan waktu menumpang pete-pete, kalau bisa carilah pete-pete dengan kualitas audio yang nyaman, syukur-syukur kalau bisa dapat pete-pete yang dilengkapi TV.
Ditulis oleh : Syaifullah Daeng Gassing dan dipublikasikan atas izin penulis bersangkutan

Anekdot

"Kalo Valentino Rossi memacu sepeda motornya, yang tahu kapan belok, yang tahu kapan nyalip lawannya adalah dia dan Tuhan. Tapi kalo sopir angkot, hanya Tuhan yang tahu kapan tuh sopir berhenti. Sementara sopir angkotnya sendiri nggak tahu pasti kapan harus menghentikan kendaraannya." Halah!

Pamulang2 Jalanan Rusak, Pak Bupati Ingat Janjinya dong.

Jalan yang rusak sepanjang perumahan pamulang2 dan galian kabel apaan tuh, yang ngak kelar-kelar sepanjang ciputat muncul, selain menurunkan penghasilan para supir angkot dilain pihak mempercepat ausnya mobil. Sebagai contoh, kampas kopling mobil yang biasanya berusia sebulan, sekarang baru lima belas hari beroperasi sudah harus diganti, ujar salah satu sopir angkot yang sebut saja Muncul Mbah Sutilah"
"Bukan cuma kampas kopling, peralatan lain seperti ball joint, per, sokbreker, serta ban menjadi lebih boros." Jika keadaan terus menerus begini, maka penghasilan para supir hanya habis untuk mengganti onderdil. Belum lagi oknum perhubungan dan lainnya yang sekarang sudah semakin kreatip memungut retribusi bukan cuma di terminal melainkan melebar di jalan-jalan.
Ironisnya mereka mengatas namakan retribusi untuk "pembangunan daerah." Kadang mereka sudah hilang urat kesadarannya ketika mengutip uang didepan jalan berlubang segede gajah bengkak dengan dalih sama "pembangunan daerah."
Anda penghuni Pamulang dan sekitarnya bisa merasakan, mobil kecil semacam sedan hampir-hampir tidak berkutik didepan lubang menganga yang memperlihatkan garangnya tonjolan batu kali yang nongol dibalik koyaknya tubuh jalanan. Batu tersebut seharusnya terpendam dibalik tumpukan pasir dan aspal. Tak heran dalamnya lubang mampu menelan separuh ban kendaraan ukuran sedan atau Kijang sekalipun. Maka bergeseklah bodi bawah kendaraan dengan bahan jalan.
Sekedar perbandingan, dahulu, orang melakukan "penyunatan" uang proyek seperti jalan tol dsb, namun setidaknya masih ada ujut bangunan yang dibawahinya. Namun sekarang, sedikitpun tidak nampak. Kalau sudah didesak massa, mulai keluarlah jurus "Tai Chi Master", diserang dari kiri di buang ke kanan. Ngeles dengan alasan musim hujan belum selesai atau mungkin mau nunggu pilkada lagi biar dicoblos.
Kalau sudah begini, tak heran propinsi yang nun jauh dari pusat sering "angot" karena merasa tidak diperhatikan.

13 SOPIR ANGKOT DI KOTA BOGOR RAIH PREDIKAT SOPIR TELADAN

(Basi banget, tapi insyaAllah manfaat)
Rabu, 20 September 2006
Sebanyak 13 sopir angkutan kota (angkot) dari 14 trayek yang yang beroperasi di Kota Bogor memperoleh sertifikat sebagai menyandang predikat sopir teladan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Sertifikat untuk para sopir teladan itu diserahkan Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Bogor H. Dody Rosadi pada peringatan Hari Perhubungan Nasional tahun 2006, tingkat Kota Bogor di Halaman Balaikota Selasa (19/9) pagi. Kepala Dinas Lalu-Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor H. Idih O.Wihardja mengatakan, pemilihan pengemudi angkutan Kota telah dilaksanakan mulai 24 Agustus sampai 15 September 2006. Dari 35 orang pengemudi dari 14 trayek yang mendaftarkan diri setelah dilakukan menyeleksian yang cukup ketat oleh DLLAJ dan organda akhirnya terpilih 13 sopir teladan. Penilaian dilakukan berdasarkan administrasi, hasil ujian tertulis, dan dilakukan penilaian lapangan yang menyangkut administrasi kendaraan dan prilaku pengemudi â?? Kita berharap adanya penilaian ini akan dapat meneladani kepada pengemudi lainnya pada trayeknya masing-masing, â?? katanya. Lebih lanjut Idih mengatakan, pemilihan sopir angkot teladan dimaksudkan sebagai upaya pembinaan guna meninciptakan pengemudi yang berkualitas, memiliki kompentensi, berdisiplin dan bertanggung jawab dalam profesinya untuk mewujudkan pelayanan jasa angkutan kota yang baik, dan mendorong terciptanya ketertiban, keamanan, keselamatan, dan kelancaran dalam berlalu-lintas di jalan. Menurut Idih, sebelumnya, para sopir yang ikut dalam pemilihan sopir angkot teladan telah diberikan pembekalan selama dua hari dengan 14 materi dengan nara sumber dari DLLAJ, Polresta, PT Jasa Raharja, organda dan pemerhati transportasi. Ke 13 sopir angkot teladan yang terpilih yaitu M. Asep Saeful Kohar sopir taryek 01A Ciawi-Baranangsiang, Ayi Makmur trayek 02 Sukasari-Merdeka, Modjono Djamdjuri trayek 04 Rancamaya-Ramayana, Juhri trayek 05 Cimahpar-Ramayana, Dadan trayek 06 Ciheuleut-Ramayana, Mujiono trayek 07 Warung Jambu-Merdeka, Edi Djunaedi trayek 09 Sukasari-Warung Jambu, Ridwan Budhiarsa trayek 10 Merdeka-Bantarkemang, Abdul Majid trayek 11 Ramayana-Pajajaran, Yana Supriatna trayek 12 trayek Cimanggu-Pasar Anyar, Ihsan Suheri trayek 13 Bantarkemang-Ramayana, Puji Pangestu trayek 16 Pasar Anyar-Salabenda, dan Andrey Bimo Kuswoyo trayek 17 trayek Pomad â??Pajajaran. Selain pemberian sertifikat untuk sopir teladan, kegiatan lainnya dalam peringatan hari perhubungan di Kota Bogor yaitu Simpatik Sadar Tertib Berlalu Lintas (Dartiblantas) yang dilaksanakan Senin 18 September 2006, di lokasi simpang Tugu Kujang dan Jembatan Penyebrangan di Baranangsiang Dalam kegiatan itu dibagikan leaflet himbauan kepada para pengguna jalan yang dimaksudkan untuk mengingatkan dan mengetuk kesadaran para pengguna jalan sebagai upaya mewujudkan Bogor kota yang nyaman. Selain itu akan dilaksanakan Seminar Diskuasi Panel dengan thema â??Upaya Perbaikan Sistim Transportasi Kota Bogor dengan mengajak peran serta dan pihak ketiga. Kegiatan lainnya yaitu bakti sosial kemasyarakatan berupa donor darah, Kegiatan yang dilakukan kerjasama dengan PMI Bogor diikuti oleh 40 orang pendonor darah Bakti sosial lainnya berupa penyerahan bantuan pendidikan kepada anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu se banyak 40 orang. Dalam peringatan memperingati Hari Perhubungan Tingkat Kota Bogor juga diserahkan piagam penghargaan kepada pegawai terbaik dilingkungan DLLAJ dan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu dilingkungan DLLAJ. Disamping itu juga diserahkan tropy kepada juara umum pertandingan olah raga yang diraih Polresta Bogor juara kedua dan ketiga diraih Satpol PP dan Perum Damri.(YAN)

Kata Penumpang

July 22nd, 2005 by nukew
Sebel ga sih kalo qta naek angkot trus sopir angkotnya nyetir dengan ugal2an dan ga tau aturan? Kenapa sih sopir2 angkot itu harus nyetir kayak gitu.. padahal kan tanggung jawab mereka tuh gede banget lho! ya gimana ga gede, nyawa beberapa orang penumpang kan ada di tangan dia.. tapi kalo pun ga ada penumpang, emang dia ga mikirin keselamatannya ndiri?? ga mikirin betapa khawatirnya istri dan anak yang nunggu di rumah. Apa karena harus ngejar setoran? Emang demi setoran, harus mempertaruhin nyawa yah?
Kayak tadi siang waktu sayah pulang kuliah, dari kampus naek angkot warna biru dengan jurusan Caringin-Sadang Serang. Penumpangnya cuman 2-3 orang dan semuanya perempuan, tapi si sopir angkot ini ga tau kenapa nyetirnya gak enakeun banget, kecepatan tinggi tapi ketika ngerem sekaligus.. ngedadak gitu trus di gas lagi tiba2 pokoknya bener2 sport jantung banget.. kalo sayah ga pegangan ke besi di bawah kursi, bukan hal yang ga mungkin sayah udah kelempar ke luar (kebetulan sayah duduk persis depan pintu) dan yang paling bikin sayah menderita adalah kebetulan sayah tuh baru makan siang, kebayang dunk perut kenyang abis makan.. blom sempet sendawa trus naek angkot kayak gitu.. perut sayah berasa blender, ngocok2 makanan yang baru sayah makan.. untung ga muntah . Dibilangin ati2 dan minta pelan, kayaknya ga didenger sampe akhirnya sayah cuman bisa ngomel2 dan bedoa dalam hati.. moga2 sayah selamet sampe tujuan..
Penumpang pertama, turun di sekitar RS Boromeus trus penumpang kedua di Simpang deket restoran Cocca Suki (CMIIW) dan akhirnya sayah juga ikut turun soalnya sopirnya bilang klo dia mo belok ke arah Sumur Bandung.. meskipun agak jengkel tapi sayah bersyukur karena ga harus lama2 di angkot itu.. untungnya sayah ga punya penyakit jantung “alhamdulillah”
Kayaknya image nyetir ga tau aturan dan ugal2an itu udah melekat banget ma orang yang berprofesi jadi sopir angkot, meskipun memang ga semuanya kayak gitu.. ada juga yang nyetirnya pelan2 trus sempet2nya buat ngetem dulu sampe sayah telat ke kampus “alah kew, bukannya emang kmu juga berangkat dari rumahnya udah telat?” tapi sayah baru skali lho ktemu yang namanya sopir angkot tuh ramaaah banget.. jadi ceritanya sekitar beberapa minggu yang lalu, sayah naek angkot jurusan yang sama dari kampus mo pulang ke kostan.. sopir angkot ini udah bapak2, mungkin usianya udah sekitar 40an gitu.. perawakannya kurus item dan yang pasti dia tuh orang Sunda karena kedengeran banget logat Sunda nya tuh meskipun dia ngomong pake bahasa Indonesia.. ketika ada penumpang yang naek, dia noleh ke belakang (jadi ga cuman liat dari kaca spion) trus angkotnya baru jalan lagi setelah penumpangnya bener2 duduk nyaman.. dan yang paling jelas adalah ketika penumpang itu naek ato turun pasti selalu bilang “silahkan” trus kalo penumpang bayar pake duit gede dan nunggu kembalian dia bilang “dari mana, dek/pak/bu?” trus ga lupa bilang “terimakasih”, bahasanya baku banget.. trus ketika ada penumpang yang nanya arah jalan gitu, dia nerangin dengan jelas sampe detil banget.. sayah dengernya cuman bisa senyum2, bukan karena tuh sopir angkot cakep.. tapi karena cara ngomong Indonesia dengan logat Sunda nya tuh yang lucuu banget.. tapi kejadian itu cuman sekali-kalinya, jarang nemu sopir angkot kayak gitu..
Balik lagi ke sopir angkot yang ugal2an, banyak temen2 sayah yang bawa kendaraan suka males nyalip angkot.. ato suka bete dengan kebiasaan para sopir angkot itu yang suka seenaknya nyalip dari kiri ato nyalip antrian di tengah2 macet.. tapi yang ada mereka cuman bisa ngomel2 dalam hati, daripada kendaraan mereka kena tabrak ato kena serempet angkot.. biaya ke bengkel kan lumayan tuh.
Kapan yah qta bisa tenang duduk di dalem angkot selama perjalanan kalo sopir angkotnya kebanyakan kayak gitu, nyawa tuh bisa melayang kapan aja.. meskipun qta tau yang namanya kematian itu udah jadi takdir dan bisa di mana aja dan kapan aja.. cuman kan tetep aja, sport jantung tiap hari juga ga baek buat kesehatan..
Eniwei, bsok udah hari Sabtu lagi.. so, have a great weekend people!
Posted in daily
8 Responses
adam Says: after publication. -->July 22nd, 2005 at 3:10 pm
boikot angkot!!
kalo aku sih biasanya langsung aja pukul angkotnya… sukur2 bisa dapet kepala supirnya… lebih puas lagi mukulnya…
ridwan Says: after publication. -->July 22nd, 2005 at 10:22 pm
gw malah suka supir angkot kaya gitu. penuh tantangan. hehe..apalagi klo udah kesiangan ke kampus.. kayanya jadi rekomendasi paling oke juga tuh..
ichanx Says: after publication. -->July 23rd, 2005 at 5:07 pm
gaya euy si neng nuke udah punya hosting sendiri….
sugar Says: after publication. -->July 26th, 2005 at 8:50 pm
makanya g paling malez kalo pulang malem2, naek angkot kelapa-dago.. wuih kalo dah kejar2an cari penumpangnya bo… balapan F1 ajah kalah kayaknya
adam Says: after publication. -->July 31st, 2005 at 10:30 pm
udah up deh… ngerjainnya kaya supir angkot, lembur 5 hari 5 malam… ngejar setoran kale.e.e.e.e
nukew Says: after publication. -->August 1st, 2005 at 7:40 am
Adam : boikot angkot? kayaknya ga deh.. drpd ntar angkot pd mogok smua trs kmana2 hrs jalan kaki.. jd inget waktu baru lulus sma, smua angkot mogok.. terpaksa bolos intensif SSC
Ridwan : klo lagi telat ke kampus sih.. itu mah pengecualian
Ichanx : iya dunk, neng nukew tea atuh.. gaya
Sugar : klo mo ngebut lebih enak jadi sopir daripada jadi penumpang..
Adam : duh makasih yah.. tapi koq tetep aja jadi ga bisa nukew.com

Sopir Angkot Masuk Surga

Oleh: Agussyafii
Entah dulu darimana awal cerita ini. Setiap kali diundang untuk berbagi danberdiskusi maupun pengajian saya suka bercerita, bahwa disurga akan terjadi hisab, banyak ulama, kyai yang masuk kedalam neraka sementara sopir angkot, metromini, PPD malah masuk surga.Melihat kenyataan itu para ulama dan kyai melakukan demo serta menanyakankenapa para sopir itu malah masuk surga sementara dirinya yang telahmengabdikan diri dan seluruh hidupnya untuk menyeru dijalan-Nya malah masukneraka. "Pasti ini terjadi kesalahan."kata sang kyai pemimpin demo. Katamalaikat penjaga neraka sudah benar, menurut catatannya mereka para ulamadan kyai memang selayaknya masuk neraka.Para ulama akhirnya menghadap malaikat ridwan meminta kejelasan apa maksudsemua ini. malaikat ridwan menjelaskan kepada para ulama kenapa mereka masukneraka dan para sopir itu masuk surga.Sewaktu para penumpang hendak menaikkan kaki kanannya ke angkot atauangkutan kota sudah diawali dengan ucapan bismillah, ketika sopir angkot itungebut dikit, para penumpang sudah berteriak istighfar, memohon ampunan padaAllah SWT. Karena perbuatannya itulah para sopir itu diganjar masuk surga.Sementara kalian para kyai dan ulama begitu kalian naik mimbar khutbah, parajamaah sudah mulai terkantuk-kantuk, ditengah ceramahmu untuk mengingat diripadaNya, para jamaah itu sudah tertidur pulas. Begitu selesai ceramahmu,para jamaah sudah tidak tahu lagi apa isi ceramah. Itulah sebabnya kaliandimasukkan ke dalam neraka.Dari cerita diatas saya hanya hendak mengajak para pembaca untuk mengambilhikmahnya dan bisa menemukan pencerahan dari cerita itu.Wassalam. []

Derita Sopir Angkot

Ketika kita akan berangkat kuliah, ato kerja, ato ada urusan penting yang memerlukan kecepatan waktu, datanglah sebuah angkot yang tentu saja kita sambut dengan gembira..
Tapi saat perjalanan, tiba-tiba angkot yang kita naiki menepi dan diam sangat lama ("ngtem").. wajah kita yang tadinya gembira ato biasa-biasa saja tiba-tiba berubah menjadi wajah yang menyeramkan, geram dan gusar.
Pada saat kita tiba di tempat kuliah, kita sudah terlambat dan tidak boleh mengikuti test, dimarahi dosen pula.
Pada saat kita masuk kantor kita dimarahi boss plus dipotong gaji
Pada saat bertemu rekan bisnis, bisnis yang akan dilakukan sudah keburu dibatalkan, hilanglah peluang.
Hati kita akan langsung tertuju pada sopir angkot yang membuat perjalanan sangat lama dan menghilangkan apa yang telah kita tuju, hati kita pasti ngedumel dan akan bilang "gara-gara si sopir angkot sich, jadi ....."
Berapa ribu orang yang menyalahkan sopir angkot, berapa makian yang diperoleh sopir angkot dalam sehari.
Padahal bila kita mau lebih bijak, siapa sebenarnya yang salah?
lawong sopir angkot begitu biasanya..
Kenapa tidak kita yang pergi lebih pagi? kita yang kesiangan ko' sopir angkot yang tidak tau apa-apa dimarahi.
apa dia tau kita masuk jam berapa? apa dia kenal kita?
dan yang perlu direnungkan lagi.. sopir angkot namanya juga cari makan dengan mengantar kita dan hanya kita bayar dua ribu rupiah saja ko'.
belum lagi anak istrinya yang tetap harus hidup bila dia tidak mendapatkan uang dengan semestinya...
ya, setidaknya ini bisa menjadi renungan kita untuk menjadi lebih sabar dan bijak
March 06, 2007 Permalink